0851 0081 1663 | 0274-868 773

"AISYIAH AMANAH " Biro Perjalanan Umrah dan Haji Murah Jogja

Jadwal Sholat
Kemenag Apresiasi IAIN Bengkulu Berencana Buka Prodi Haji dan Umrah

Selasa, 12 April 2016

Bengkulu (Sinhat)--IAIN Bengkulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Gedung Rektorat IAIN Bengkulu, Jumat (08/04/2016). Dalam FGD hadir sebagai pemateri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, dan Direktur Pelayanan Dalam Negeri Ahda Barori.

Bengkulu (Sinhat)--IAIN Bengkulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Gedung Rektorat IAIN Bengkulu, Jumat (08/04/2016). Dalam FGD hadir sebagai pemateri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, dan Direktur Pelayanan Dalam Negeri Ahda Barori.

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis mengapresiasi atas inisiasi IAIN Bengkulu berencana untuk membuka sebuah program studi dan fakultas yang berorientasi pada manajemen haji dan umrah dalam Fakultas Dakwah.

"Beberapa waktu lalu rektor IAIN Bengkulu berdiskusi dengan kami membahas pembukaan prodi ini, kami memberikan masukan agar prodi ini masuk dalam fakultas bisnis syariah dibandingkan fakultas dakwah sehingga dapat menghasilkan lulusan dengan peluang pasar besar dengan jemaah haji masa tunggu 2,9 juta orang," jelas dia, Jumat (08/04/2016).  

Muhajirin menjelaskan terkait bagian Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah untuk memberikan informasi awal kepada IAIN Bengkulu untuk membahas lebih dalam mata kuliah yang akan dipilih nantinya. Menurut dia terdapat tiga hal penting dalam penyelenggaraan haji sesuai dengan UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji diantaranya pembinaan, pelayanan dan perlindungan.

"Tiga hal tersebut merupakan inti dari penyelenggaraan ibadah haji, kalau ingin membangun sebuah kajian akademik yang menjadi inti kajian," jelas dia.

Penyelanggaran haji dan umrah memang memiliki karakteristik yang berbeda karena melibatkan banyak pihak, mengelola banyak uang, waktu operasional yang terbatas, pelaksanaan kegiatan tidak hanya di Tanah Air tetapi juga di Arab Saudi.

Menurut Muhajirin haji membuat seluruh pihak bekerja keras karena status sosial yang berbeda-beda diantara jemaah, sehingga penanganannya pun berbeda. Mulai dengan tingkat pendidikan, kendala bahasa daerah, masalah usia, hingga kesehatan jemaah.
 
Kendala ini tentu harus dikaji dengan fiqih haji yang dapat menjadi mata kuliah. Haji juga harus terikat waktu dan tempat, haji jelas wajib untuk wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. (ajeng/ha/ar)
 

Facebook Like

User Statistik

ARTIKEL TERPOPULER